
Mataram – Kantor Wilayah Kementerian Hukum Nusa Tenggara Barat (Kanwil Kemenkum NTB) turut menghadiri kegiatan Pengukuhan dan Silaturahmi Kebangsaan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi NTB masa khidmat 2025–2030 yang digelar pada Sabtu, (11/4), bertempat di Auditorium Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram.
Dalam kesempatan tersebut, hadir Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum, M. Amin Imran, mewakili Kakanwil Kememkum NTB, I Gusti Putu Milswati.
Kehadiran Kanwil Kemenkum NTB dalam kegiatan ini menjadi bentuk dukungan terhadap penguatan sinergi antara ulama dan umara dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), khususnya di wilayah Nusa Tenggara Barat.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional dan daerah, di antaranya Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN RI Nusron Wahid, perwakilan Ketua Umum MUI Pusat KH. Masduki Baidlowi, Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal, serta jajaran pengurus MUI NTB yang baru dikukuhkan.
Prosesi pengukuhan pengurus MUI NTB masa khidmat 2025–2030 dilaksanakan oleh perwakilan MUI Pusat, KH. Masduki Baidlowi. Pengukuhan ini menandai dimulainya amanah baru dalam menjalankan peran keumatan dan kebangsaan, sekaligus memperkuat posisi MUI sebagai mitra strategis pemerintah.
Ketua MUI NTB, Dr. TGH. Badrun, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kepengurusan MUI NTB saat ini terdiri dari 124 ulama dari berbagai latar belakang keilmuan. Ia menegaskan kesiapan MUI NTB untuk bersinergi dengan pemerintah daerah dalam menangani berbagai persoalan sosial keumatan, seperti perjudian, kekerasan seksual, dan penyalahgunaan narkotika.
Sementara itu, Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal menekankan pentingnya perluasan peran ulama dalam menjawab persoalan sosial melalui ijtihad sosial, serta mendukung prioritas pembangunan daerah yang meliputi pengentasan kemiskinan, penguatan ketahanan pangan, dan pengembangan pariwisata berkelas internasional.
Perwakilan MUI Pusat, KH. Masduki Baidlowi, juga menyoroti tantangan era digital yang berdampak pada otoritas keilmuan ulama. Ia mengingatkan pentingnya MUI untuk tetap adaptif dengan perkembangan teknologi, sekaligus menjaga kedalaman metodologi keilmuan dalam memberikan pelayanan kepada umat.
Dalam orasi kebangsaannya, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid menekankan pentingnya kolaborasi antara ulama, teknokrat, dan pemangku kebijakan dalam membimbing masyarakat. Ia mengajak seluruh elemen untuk memberikan kontribusi nyata yang bermanfaat bagi umat dan bangsa.
Diakhir kegiatan, M. Amin Imran menyampaikan ucapan selamat kepada pengurus MUI yang baru dilantik, seraya mendoakan agar diberikan kesehatan dan kekuatan dalam menjalankan amanah.

